Kamis, 05 Februari 2015

Cintaku Angin

        Ketika pagi mulai terasa dan sang mentari mulai memancarkan kehangatan sinarnya tuk bumi Samarinda. Oiya perkenalkan namaku Wildan Pada dan hari senin itulah saya menjadi siswa baru pada sebuah sekolah negeri di jalan Juanda. Dengan perlengkapan sekolah yang belum lengkap saya mengikuti sebuah kegiatan wajib di hari senin, ya upacara bendera namanya haha. . . , sudah pasti dapat di tebak “pasti ntar dapat hukuman, ah santai paling Cuma berdiri doang ” ujar ku dalam hati. Selah beberapa menit upacara pun selesai dan aku dipanggil tuk keluar dari barisan dah pasti dah tuk jalani hukuman. Disaat menjalani hukuman tersebut sambil berdiri di depan barisan siswa-siswa yang lainnya, pandanganku seolah-olah di rusak dengan seorang gadis yang ntah lah siapa namanya. Selang waktu, hukuman pun selesai dan aku beserta para pasukan penerima hukuman pun kembali ke kelas. Sesampainya di kelas mendadak kelas menjadi heboh kayak kapal di amuk gelombang hahaha alay, pada bilang “ada anak baru, ada anak baru”.
Gile baru masuk kelas keajaiban dating lagi, yaitu sahabat SD yang dulu sekolah di Bontang kenapa bisa ketemu dalam satu sekolah dan parahnya dalam satu kelas pula. Ya, sahabat aku namanya Garry, anak orang campuran sih antara Jawa dan Taiwan.

      Lama kami mengobrol maklum dah 2 tahun dah gak ketemu, pasalnya setelah lulus SD dia memutuskan tuk pindah ke Balikpapan dan aku memutuskan tuk Sekolah di luar negeri alias Swasta haha . . .

       Saya : oya bro, di sini ada ekstra apa aja ?

Garry : ooo, klo tu mah aku kurang tau bro soalnya aku gak begitu tertarik sama kayak gituan haha .

Keesokan harinya masuk sekolah saya lihat di madding ada kegiatan ekstra sekolah karate INKAI langsung saja aku berniat tuk mengikuti kegiatan tersebut. Hari minggu sore pun tiba aku brangkat tuk memulai mengikuti kegiatan tersebut. Dan mulai mendaftar kepada pelatih, di situ aku di tanya sambil memberikan form pendaftaran.

Pelatih : nama ?
Saya : Wildan senpai .
Pelatih : dulu pernah ikut bela diri atau belum ?
       Saya : “aduh aku jawab gimana ya ? ah bodoh amat dah, jawab sejujurnya aja” dalam hati ku ber bisik. Saya dulu pernah ikut bela diri

senpai tapi bukan karate. Namanya Tapak Suci dari Muhamadyah senpai.

Pelatih pun terdiam lalu berbicara, “ok”.

     Dan pada saat latihan berlangsung konsentrasi ku di hancurkan dengan datangnya gadis cantik yang membuat pandangan ku focus tertuju pada dia. Selang waktu, waktu istirahat pun tiba. Aku iseng-iseng bertanya sama teman sesama cowok tuk cari tau siapa nama cewek tersebut. “bo, kamu kenal cewek yang di sana tu gak ?” tanya ku, “kenal, kenapa ? waahhh lu naksir dia yah haha . . ” jawabnya, “ah nggak Cuma tanya aja, siapa namanya ?” tanya ku, “oh, namanya Tina ” jawabnya. Selesai bertanya aku pun hanya bisa memandanginya, entah dia merasa atau gak akau gak tau karena aku mandangnya sekali saja sengan ekspresi biasa. 

Waktu istirahatpun telah berakhir, dan waktu ketua adalah saat sabung pertama. “wah ini yang aku tunggu”. Sabung di lakukan dengan 1-1 siswa, saat tiba giliran ku aku hanya bisa terdiam gerakan reflekku pun gak begitu bagus ntar kenapa aku tidak tau. Saat itu yang menjadi lawan ku adalah Tina. “akhirnya aku dapat memandanginya dari jarak dekat”, dan baak !!! satu tendangan mengarah ke dada ku wahaha 1 poin dah hilang. Aku pun berusaha tuk konsen akhirnya bisa juga walau akhirnya dia juga yang menang hehehe. Selesai sabung kami duduk berdekatan, dan saat tu lah aku beranikan diri tuk berkenalan dengan dia.

      Besoknya setelah pulang sekolah aku pulang menggunakan angkot tanpa dia sadari Tina pun masuk satu angkot dengan ku. Aku pun bertanya “loh, rumah kamu dimna tin ?”, dia pun menjawab “rumahku di jalan cendana gang 6”. “hah, yang bener, berrti deket doang sama 

rumah ku, aku di cendana gang 4 ”. “iya kah, hahaha ” timpanya. Dari situ lah aku mulai pulang bareng sama dia, hingga suatu ketika teman sebangkuku curhat dengan aku. “bro, tu cewek yang aku suka, namanya Tina” sambil dia tunjuk cewek yg dia suka. Dan wow ternyata dia menyukai cewek yg sama dengan ku. Aku sengang Tina karena dia gadis yang baik, ceriah dan yang lebih aku suka karena dia rajin ibadah wow jarang-jarang ka nada cewek yang rajin ibadah lengkap.

Selang beberapa bulan berlalu, dia memergoki aku sedang jalan pulang bareng berduaan dengan Tina. Sempat saja ekspresinya langsung jelek kayak muka bulldog dari kejauhan haha. Keesokan harinya diapun diam terhadap ku sifatnya dingin kayak marmut yang lagi asik makan hahaha…, ya aku cuekin aja paling ada masalah lain selain itu. Saat pulang saya bertemu dengan sahabat baru yang ada di sekolah baru tersebut ya namanya Yudistira. Dia dia cerita masalah yang sama dengan ku yaitu di diamin juga sama Wahyu. Oiya nama teman bangku ku tu namanya Wahyu. Besoknya aku pulang sendiri karena tidak bertemu dengan si Tina ntah lah kemana. Baru saja aku keluar dari pintu gerbang terdengan suara merdu yg aku kenal memanggilku dari belakang “Wildan, tungguin..”, aku pun menoleh ke belakang. Ternyata Tina di belakang ku. Aku pun berhenti tuk menunggu dia.

Dia memberitahukan bahwa besok ada agenda kenaikan sabuk wajib datang. So pasti aku datang lah karena yang ngajak kan sang pujaan hati hahaha . . ., hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Datang pagi-pagi tuk mengikuti ujian kenaikan sabuk tersebut. Syukurlah pagi-pagi ku dah bertemu dengan Tina sebagai energy penyemangat tuk menapat wajahnya. Sayang aku belum brani mengatakan prasaan ku yg sebenarya kepada dia. Di samping tu ada cewek penggangu kedekatan ku dengan Tina, ya namanya Agnes gadis putih keturunan cina tapi saying beda agama haha, dia selalu seperti mendekati aku terus aduh, dibuat repot dah aku olehnya haha.

Waktu pengujian pun dimulai ada 2 kegiatan yang di ujikan di sini ya itu ujian kata atau jurus pada karate dan ujian sabung. Tuk ujian kata masih enak saja karena Cuma jurus 1 sampe 4 saja yang di ujikan, tapi saat ujian sabung, aduh lawanku saat tu tidak sebadan dengan aku bagaimana tidak lawan ku tinggi kayak tiang listrik sedangkan aku kayak tiang bendera anak SD haha . , maklum lah tinggi ku 160 cm dan lawan ku masih di class 160 an tapi tinggi sebenarnya 170 mungkin haha . . ., kami pun mulai sabung.

Saat sabung tanpa aku mengenai perut dengan tendangan sontak saja dia langsung duduk mungkin trasa perih. Sebentar dia duduk setelah itu lalu berdiri, dan mulai sabung kembali dan tanpa di sadari dia melakukan tendangan T atau kalo di tapak suci jurus tendangan harimau dengan pisau kakinya pun aku terkena tendangannya dengan sasaran yang sama dengan dia. “wah rupanya dia balas dendam haha . . ”dalam hati ku. Dan saat tu lah gerakan ku mulai campuran setengah gerakan karate dan setengah gerakan tapak suci, dan saat itu hampir saja aku memakai jurus yang dilarang ditapak suci yaitu tanduk naga, gerakan yang langsung mengincar ulu hati. Ketika serangan hendak aku luncurkan konsentrasiku bubar karena waktu sabung usai. Syukurlah, hampir saja aku melanggar aturan hehe . . ..

Selesai bertanding, waktunya pulang . . . ! langsung saja Agnes mendekati ku dengan berkata “wil aku nebeng kamu ya pulangnya aku gak bawa motor soalnya ? ”, langsung saja aku memandang Tina, dia hanya tersenyum lalu menjawab “udah anter dia aja aku ntar di jemput kok sama bapak J”, dengan prasaan campur aduk kayak adukan semen aku pun berjalan bareng agnes. Baru saja motor meninggalkan gedung gak ada 10 meter motor mogok karena kehabisan bensin haha . . ., terpaksa deh dorong motor sampe nemu bensin.

Singkat cerita ketika hendak lulusan sekolah aku dan Tina duduk di taman sekolah sambil mengobrol. Hingga sampe dengan peranyaan yang di lontarkan Tina “wil rencana kamu mau kemana abis ini”.

Aku : aku rencananya sih mau ke jawa mau masuk pesantren aja,

Tina pun terdiam, lalu dia bertanya lagi “ooo, knapa mau masuk pesantren ?”

Aku : mau skalian mendalami ilmu agama kan calon bapak Tin “sambil melihat ke Tina”, kalo kamu sendiri mau kemana ?

Tina : aku sih tetap di Samarinda aja lanjut ke SMA, doain masuk negri ya hehe, oiya kenapa harus ke jawa kan di kaltim aja kan ada . . .

Aku : ya karena mau sekalian melatih kemandirian juga tin takutnya kalo masih satu pulau ntar yang ada aku sering pulang hahaha sambil bercanda . . .  “basa basi” oiya tin aku mau pulang masuk kelas duluan ya kamu gak ikut hehe . . .

Tina : ah gak, kelas ku kan belum masuk, duluan aja aku mau ke perpus dulu soalnya hehe.

Sambil berjalan ke kelas aku berfikir “apa itu tadi sinyal dari dia ya ah udah lah biarkan saja , kalo dia memang jodohku pasti tuhan kan mempertemukan ku kembali kok santai aja, kan aku cari cewek satu tuk selamanya bukan tuk pacaran selamanya lalu putus haha ”.

Besoknya tepat pada bulan Juni tanggal 27 ya itu ulang tahun ku dan sore tu dia ngucapi selamat ke aku, bersama teman-teman yang lain satu perguruan karate. Dan aku berkata “trima kasih atas ucapannya ya, sekalian juga aku mau pamit pada kalian, karena mau lanjut ke pulau jawa mungkin saat liburan jika sempat saya akan kembali ke Samarinda”. Dan pada saat pulang aku jalan bareng dengan Tina dan dia pun berkata “ntar kalo kembali ke Samarinda jangan lupa maen-maen lah ke rumah ya hehe ”, aku pun menjawab “iya” sambil mengaitkan ke dua jari kelingking kami.

Hari yang tak di tunggu-tunggu pun tiba yaitu saat tiba kebrangkatan ku pesawat jam 6 sore. Sambil menungu masuk ke pesawat saya masih smsan dengan Tina, sahabat saya yang bernama Yudistira, dan  Icha, icha adalah teman sekelas ku yang jika dengan kehidupannya kasihan karena dia anak brokenhome plus bolak balik di sakiti oleh pacarnya. Dan mereka serempak sms dengan pesan yang inti pesannya yang sama ya itu “ntar kalo dah sampe kasih kabar ya”. Dalam hatiku pun berkata “baik banget teman-teman ku ini aku tak akan melupakan kalian”.

Selang beberapa bulan aku masih berhubungan dengan mereka melalui jejaring social, tetapi teman ku yang satu ini yang bernama icha yang kata sahabatku (yudistira) bahwa dia juga gak tau, katanya dia juga trakhir dia mendengar kabar sih icha kehidupannya skarang gak jelas. Aku pun bertanya “gak jelas gimana maksudnya ? aneh-aneh aja kamu tu hahaha ”, yudis pun gak menjawab. Ya udah lah, banyak perubahan yang di alami oleh teman-teman ku.

Garry yang dulunya anaknya baik dan biasa aja, sekarang berubah menjadi sangat sombong dan menjadi seperti seorang playboy padahal ganteng aja gak sih haha. Ada juga yang menjadi polisi, satpol PP, malah ada juga yang udah MAN 10 atau manten bahasa kerennya sih nikah haha . . .

Terkadang keinginan juga tak sejalan apa yang di harapkan, pasalnya karena orang tuaku ternyata di pindah tugaskan ke Makasar, “yah gak bisa maen ke samarinda lagi deh” gumam ku ketika sesudah mendapat kabar tersebut. Sahabatku banya kali bertanya kapan ke Samarinda aku kangen nih pengen bisa ngumpul bareng lagi lengkap. Aku pun menjawab “ya, nanti aja setelah kerja kita kumpul semua di mana gtu janjian bro ok.”, yudistira “yah, masih lama banget tu . . .”, kalo Tina dah dari semenjak awal aku tiba di jawa dah tidak ada kabar lagi tentang dia.

Tetaplah berusaha walau kita tau kedepannya tidak akan berhasil, karena kita tak pernah tau sebelum kita mencoba. Dan jangan suka menunda-nundanya karena kita tak kan pernah tau apa yang akan terjadi sedetik kemudian. Karena hidup ini penuh dengan teka-teki yang wajib dipecahkan dengan sebuah tindakan yang benar.

0 komentar:

Posting Komentar