Hello,. . .
perkenalkan saya Wildan, saya hidup di keluarga yang Alhamdulillah masih utuh
dan bahagia. Keluarga saya sudah terbiasa berpindah-pindah dari kota ke kota
bahkan dari pulau ke pulau lainnya karena pekerjaan. Saya saat itu memutuskan
untuk sekolah yang pisah dengan orang tua demi menguji kemandirianku. Waktu itu
saya sekolah di salah satu SMK di Jawa Timur, yuups SMK Telkom Darul Ulum. SMK
yang hanya 2 di Jawa timur ini yang mempunyai SK dari Telkom selain SMK Telkom
Malang.
Saat
semester kedua tepatnya, saya mendapatkan SNMPTN Undangan. Jalur masuk
Universitas Negeri melalui jalur Undangan. Ya, hati saya saat itu sedikit
senang karena kerja keras saya selama itu. Saya pun tanpa basa basi langsung
memilih Universitas yang menjadi favorit saya waktu itu, ya waktu itu saya
sangan ingin tuk masuk di Universitas Diponegoro Semarang. Tanpa basa basi pun
saya langsung menuju ke asrama tuk daftar online. Setelah daftar hati pun legah
“wahaha legahnya akhirnya selesai daftar” teriak ku dalam kamar asrama. Tak
lama kemudian tiba-tiba pintu pun terbuka dengan keras BRAK, ternyata
teman-teman ku datang. Oiya, kami sekamar terdiri dari 5 orang penghuni kamar.
Sambil
menunggu waktu magrib kami pun mengobrol-ngobrol sambil duduk di atas kasurnya
masing-masing, ternyata 4 dari 5 teman ku mendapatkan kesempatan yang sama denganku.
Aku : hay zak
kamu daftar kemana tadi ?
Zaka : hah,
mangan ! “sambil melirik ngece”, aku daftar di undip pilihan pertama trus ITS
tuk pilihan ke dua, kamu sendiri ?
Aku : aku
ke undip juga tuk pilihan ke pertama trus pilihan ke dua aku pilih UGM.
Tiba-tiba
teman yang satu lagi teman-teman biasa memanggil Symin karena badannya kurus
dan kecil berkata, “kalian dapat undangan kah ?”. Aku pun hanya mengangguk saja
lalu menjawab “kamu gimana min dapet juga kah ?”
Symin : gak,
haha . . . :D
kemudian pintu
kebuka lagi ternyata temanku satu jurusan dengan ku tapi beda kelas datang
namanya Arif. Dia langsung bilang “wil, kamu mau lanjut keman ke Undip bro,
kamu kemana Rif ?”. Bia pun menjawab “aku ke ITB dan ITS hehe . . .”. kemudian
teman ku yang berada di dekat pintu pun akhirnya bersuara setelah berjam-jam
pacaran dengan leptopnya haha ya namanya muzad “woy kalian ni brisik aja, gak
ada yang mau tanya aku kah ? hahaha . . .”. Kami pun serampak menjawab “gak,
gak penting hahaha . . ”, muzad “ya dah kalo gak, aku ke ITS sama di UNY, aku
gak begitu niat sih masuk negeri, aku mau masuk AMIKOM aja haha . . . ”.
serempak pun aku, arif, dan zaka ketawa ngece “huwa”.
Kemudian
aku berjalan menuju ke sebuah ember yang terdapat di bawah lemari, tuk
memberikan makanan ke kura-kura yang ada di dalam ember tersebut. Oiya,
perkenalkan juga tuh kura-kura adalah mascot anak Telkom, udah lumayan besar
sekarang.
Pengumuman
SNMPTN Undangan pun tiba, ternyata aku tidak lolos dalam seleksi ini dan teman
ku sekamar pun merasakan hal yang sama tetapi ada satu teman ku namanya Arif,
dia keterima masuk di ITB “keren”. Serempak kami sekamar menyorakin arip “rif
slametannya di tunggu rif, tumpengnya tumpeng 1 kamar 2 hahaha . . . ” satu
kamar pun tertawa.
Perjuangan
ku tak sampai di situ saja, aku lanjut ke SNMPTN Tulis, yap jalur seleksi
perguruan negri jalur tes tulis. Kemudian aku pun juga mendaftar ke PENS ITS
melalui jalur mandiri mengajak seorang teman cewek bernama Vianti yang saat itu
dia masih juga berburu Universitas. Tiba pengumunan PENS ITS aku dan teman ku,
dia juga bernasip sama dengan ku sama-sama tidak lolos. Selang beberapa hari
pengumuman SNMPTN tulis pun keluar aku ternyata juga zonk, tapi teman ku Vianti
dia ketrima di UNM. “wah udah legah dia ” dalam hati ku hahaha.
Perjuangan
ku pun tidak berhenti sampai situ saja, saya pun mencoba mendaftar ke berbagai
Universitas Negeri di Jawa Timur melalui jalur Mandiri.
Dan H-1 aku
mendengar kabar ada pendaftaran jalur mandiri Universitas Brawijaya, langsung
saja aku mendaftar walau tanpa aku baca dulu keterangannya yang ternyata UB
kampus IV “hah mang ada ya UniBraw di Kediri ini, ah bodo amat besok aku
telusurin haha”.
Setelah
mendaftar tu aku pun berkomitmen “Jika ini yang terakhir akan ku jalani
semaksimal aku bisa, mungkin dari jalur ini masa depan ku kan ku dapatkan”.
Saya pun pulang dengan kendaraan roda 2 saya siapa lagi kalo gak si Vixion.
Jelang beberapa hari, pengumuman hasil tes sleksi masuk
UniBraw pun keluar. Saya ketrima di jurusan yang mungkin jalur saya dari SMK
ya, apa lagi kalo gak di TI. Dan mulai dari pengumunan tu lah aku berkata pada
diri ku sendiri “mungkin ini adalah jalanku dan akan aku jalani sekuat ku mampu
menggapainya.
Hidup ini penuh dengan teka-teki yang harus di pecahkan dengan tindakan yang tepat, karena lawan kita adalah waktu. Waktu tak bisa di putar kembali jika aku terjatuh di hari ini jangan cepatlah kan ku bangkit. So, berjuanglah tuk orang yang di dekat anda terutama untuk diri anda sendiri”.



0 komentar:
Posting Komentar