Blog pertama dari saya.

Terlindas dalam benak saya tuk menamain selembarkertas dan angka 27 adalah tgl lahir saya

Cerpen saya

Berisi tentang kisah dimana tiga angkatan memperjuangkan haknya sebagai mahasiswa dan selalu menemukan ketidak pastian.

Kamis, 05 Februari 2015

Mini Skripsi


Ketika malam tiba seperti biasa aku sibuk dengan pacar kedua ku yaitu laptop ku. Dan pada saat itu tiba-tiba hp ku berbunyi ada pesan masuk dari ketua ilmiah kampusku, rupanya pesan tentang informasi senior Garis Pena atau yang bisa di kenal sebagai organisasi yang bergelut di bidang ilmiah mahasiswa di undang ke kampus pusat dan siapa saja yang tidak berhalangan datang. Langsung saja aku membalas pesan tersebut bahwa aku sanggup untuk ikut karena kebetulan pada hari H aku tidak ada jadwal. 

 Keesokan harinya aku kuliah dan bertemu dengan ketua Garis Pena. Oiya ketua Garis Pena bernama Septiawan  biasanya sih di panggil Tia Wawan atau apa lah sesuka yang manggil yang penting pas di panggil dia noleh aja hahaha. . . Aku pun menanyakannya siapa aja yang berangkat untuk ke sosialisasi PKM di kampus pusat di malang. Wawan pun menjawab, “sekitar 8 rang bro, 6 cowok dan 2 cewek maba”. Aku pun bertanya lagi untuk menghancurkan seriusnya pembicaraan. “hemm, tu ceweknya ada yang cantik gak bro, kan enak biar gak bosan di jalan ada yang bisa di pandang hahaha ”, Wawan “wahaha, dasar kalo itu aku kurang tau bro, lihat aja ntar hari H nya hahaha”.

Aku pun berjalan menuju kelas ku, tak di sangka aku bertemu seseorang yang kucinta tapi belum jadi milik ku. Dan entah kenapa setelah ketemu kayak motor baru di service, terasa bersemangat sekali tuk kuliah. Sambil berjalan menuju kelas akupun berfikir. Ide PKM apa yang bisa bermanfaat oleh orang banyak, dan bermanfaat untuk ku karena bisa ku naikan levelnya menjadi skripsiku ntar. Ya, jalan satu-satunya ya jelas membuat sebuah aplikasi.

Kemudian aku pun mendapat sebuah titik sedikit terang dari pemikiranku tentang ide tersebut. Aku pun memutuskan untuk membuat aplikasi mobile. Karena pada kehidupan modern ini manusia sekarang untuk menggunakan computer hanya sekitar mungkin 30% saja dan sisanya pengguna aktif smartphone, nah maka dari itu aku bertujuan untuk membuat aplikasi yang difokuskan untuk pengguna mobile.

Tak terasa kuliah telah usah, sambil memikirkannya aku pun pergi ke kampus IPS tanpa dengan tujuan untuk menemuin teman ku yang mantan presiden mahasiswa. Kenapa aku mencari dia, tujuanku tak lain karena dia aku lihat jiwanya emang lebih condong ke social. Siapa tau dia bisa bantu karena orang yang banyak mempunyai kenalan biasanya mempunyai wawasan yang lebih luas dan otomatis idenya lebih modern jika dibandingkan dengan orang yang hanya banyak membaca. Itu menurut saya, alasannya simple karena kata pepatah lama “sejauh mata memandang masih jauhan mulut berbicara” yang aku artikan dengan versi ku dan dalam tema wawasan “orang yang hanya bisa membaca tulisan dan tulisan akan dikalahkan oleh orang yang banyak bergaul dengan orang”.

Saat selesai solat ashar aku bertemu dengan belia. Dia bernama Tasim, aku biasa memanggilnya begitu. “Assalamuallaikum, mas  ada punya ide gak, ni aku ada 50% ide nih membuat aplikasi berbasis mobile tapi aku bingung nih mau buat aplikasi apa ya yang bermanfaat minimal 1 atau 2 orang ?” tanya ku. Tasim pun menjawab “hemm, nah aku kebetulan ada dek, ni aku kemarin ada kenalan orang pertanian  datanya di kantor tu banyak dan banyak yang hilang gimana kalo dimasukkan ke teknologi”. Nah saat itu hal yang langsung aku tangkap adalah membuat aplikasi berbasis web karena pada masalahnya dia mempunyai data yang banyak kalo aku masukkan di aplikasi mobile bisa kebesaran dan pasti membebani si mobile ntar hahaha.

Kemudian hari yang di tunggu-tunggu tuk menjadi tamu sosialiasasi PKM oleh panitia PKM dikti. Pada jam 8 pagi aku dan rombongan berangkat dari kampus cabang menuju kampus pusat dengan menggunakan fasilitas kampus. Sambil di berjalanan kami pun bercanda gila bersama teman-teman hahaha.

Sesampainya di kampus pusat jam menunjukkan jam 11. Karena para cacing di perut dah pada drum band gak jelas apa musiknya tanda lapar akupun mengajak teman ku  untuk cari makan. Tiba-tiba salah satu teman ku  berkata “makan kok di cari, makan tu di beli, kalo di cari ntar di marahin sama yang jual hahaha”. Aku pun membalas candaannya “wahaha ya sebahagiamu dah, cari makan yang 4Y”, lalu salah satu dari kami tanya, “apa lagi tu 4Y”, “4Y, 1. Yang enak, 2. Yang banyak, 3. Yang murah, 4. Yang jual cantik, hahaha ” kami pun tertawa lagi sambil mereka berkata kepata ku “mau mu ! hahaha ”.

Sosialisasi pun dimulai, kami memasuki ruangan, dan duduk pada barisan yang telah disiapkan.

Singkat cerita kami pun pulang menuju ke kampus kita lagi. Sesampainya di kampus akupun langsung menuju pulang. Langsung kubuka laptop dan mulai ku buat tim.

Proposal PKM telah jadi tinggal cari dosen pendampingnya. Nah inilah kenapa aku sebut mini skripsi terbang karena aku mencari dosen pendamping gak ada di kampus cabang selama seminggu yang mempunyai NIDN dan sesuai ketentuan PKM ku. akupun nekat ke kampus pusat dengan menggunakan my vixi ku untuk mencari dosen pendamping ya hanya mencari dosen pendamping saja.

Sesampainya di sana aku mencari dosen yang aku maksud yang sebelumnya sudah aku hubungi. Tepat jam 11 aku berada di lokasi yang telah aku dan dosen tersebut janjikan. Aku pun kembali menghubungi beliau kembali. Aku pun mengirim sebuah sms kepada beliau, sudah 20 menit tak dibalas, maka aku beranikan tuk menelponnya karena aku fikir ah, taka pa paling jika aku menelpon dengan nada dan bahasa sopan, tapi apa yang aku dapatkan hanya sebuah janji saja “iya, 20 menit lagi saya sampai di sana”. 30 menit telah berlalu aku menunggu dosen. Dan saat tu aku berkata sendiri “ok, 30 menit lagi tidak ada bodo amat dah, aku ganti dosen lain yang ketemu saat ini”. 30 menit pun berlalu aku pun mulai bergerak meninggalkan tempat aku duduk untuk berburu dosen.


Tak beberapa lama lewatlah dosen yang pernah aku kenal, dosen ini kalo ngajar keren kekampus hanya membawa tas kecil kadang juga gak bawa dan yang di bawa hanya flaskdisk 8Gb. Dosen gamers kalo aku sebut karena dulu pas saat mudanya pernah dia cerita sempat masuk ke dunia game online selama 1-2 tahun.

3 Pejuang Kampus

Kejadian bermula pada saat awal semester 4 dimana kampus yang aku kuliah di dalamnya sudah memiliki 3 angkaan tetapi hak yang kami butuhkan dan fasilitas tidak juga kunjung ada. Kami pun mencari-cari sebuah kebenaran bagaimana kelanjutan dari kampus ini. Kami membuat suatu kelompok dalam kampus kami yang bernama GARTAMPUS “ Gerakan Tiga tahun tAnpa kaMPUS”. Setelah 3  angkatan kita lalui, hak kita sebagai mahasiswa belum juga kami dapatkan, kelompok ini dibagi tugaskan ada yang menjadi koordinasi lapangan dan ada juga yang menjadi koordinasi dalam. Koordinasi lapangan yang mencari informasi di luar tentang letak rencana kampus kami akan di bangun, serta mencari info ke DPR, Walikota, Pemkot, dll. Sedangkan untuk di pihak dalam hanya mencari info seputar dalam kampus saja.

Pengagum Gadis Kota Hujan

Bermula pada saat Ospek Universitas pertama, seperti biasanya sifatku yang masih kurang bisa cepat bergaul dengan orang baru aku kenal. aku pun mulai memaksakannya tuk berani sok akrab dengan teman-teman ya minimal teman satu kelompok lah hahaha . . ., hari pertama sampai hari trakhir ospek berjalan biasa-biasa saja. Mungkin kalo di bilang aku ini tipe cowok yang setia tapi juga ngarep kali ya saat setelah beberapa hari di Universitas brawijaya kampus IV Kediri, aku tidak mau lirik sini lirik sana cewek-cewek di kampusku. Kemudian hari yang tak di duga dan sekaligus tak di inginkan pun tiba, tiba-tiba cewek ku yang dulu keterima di UNM menelpon “Aku gak bisa lanjutkan hubungan ini wil, karena aku gak mau LDR gak trima kasih” ‘TUT TUT TUT’ eh hp ku kentut, ternyata telp nya udah di tutup. Dan pada malam itu aku galau, “gue galau men”. Kemudian aku sms dia “mungkin kita bisa bertemanan saja, walau kita sudah tidak ada hubungan J “.

Pencari Masa Depan

Hello,. . . perkenalkan saya Wildan, saya hidup di keluarga yang Alhamdulillah masih utuh dan bahagia. Keluarga saya sudah terbiasa berpindah-pindah dari kota ke kota bahkan dari pulau ke pulau lainnya karena pekerjaan. Saya saat itu memutuskan untuk sekolah yang pisah dengan orang tua demi menguji kemandirianku. Waktu itu saya sekolah di salah satu SMK di Jawa Timur, yuups SMK Telkom Darul Ulum. SMK yang hanya 2 di Jawa timur ini yang mempunyai SK dari Telkom selain SMK Telkom Malang.

Cintaku Angin

        Ketika pagi mulai terasa dan sang mentari mulai memancarkan kehangatan sinarnya tuk bumi Samarinda. Oiya perkenalkan namaku Wildan Pada dan hari senin itulah saya menjadi siswa baru pada sebuah sekolah negeri di jalan Juanda. Dengan perlengkapan sekolah yang belum lengkap saya mengikuti sebuah kegiatan wajib di hari senin, ya upacara bendera namanya haha. . . , sudah pasti dapat di tebak “pasti ntar dapat hukuman, ah santai paling Cuma berdiri doang ” ujar ku dalam hati. Selah beberapa menit upacara pun selesai dan aku dipanggil tuk keluar dari barisan dah pasti dah tuk jalani hukuman. Disaat menjalani hukuman tersebut sambil berdiri di depan barisan siswa-siswa yang lainnya, pandanganku seolah-olah di rusak dengan seorang gadis yang ntah lah siapa namanya. Selang waktu, hukuman pun selesai dan aku beserta para pasukan penerima hukuman pun kembali ke kelas. Sesampainya di kelas mendadak kelas menjadi heboh kayak kapal di amuk gelombang hahaha alay, pada bilang “ada anak baru, ada anak baru”.