Bermula
pada saat Ospek Universitas pertama, seperti biasanya sifatku yang masih kurang
bisa cepat bergaul dengan orang baru aku kenal. aku pun mulai memaksakannya tuk
berani sok akrab dengan teman-teman ya minimal teman satu kelompok lah hahaha .
. ., hari pertama sampai hari trakhir ospek berjalan biasa-biasa saja. Mungkin
kalo di bilang aku ini tipe cowok yang setia tapi juga ngarep kali ya saat
setelah beberapa hari di Universitas brawijaya kampus IV Kediri, aku tidak mau
lirik sini lirik sana cewek-cewek di kampusku. Kemudian hari yang tak di duga
dan sekaligus tak di inginkan pun tiba, tiba-tiba cewek ku yang dulu keterima
di UNM menelpon “Aku gak bisa lanjutkan hubungan ini wil, karena aku gak mau
LDR gak trima kasih” ‘TUT TUT TUT’ eh hp ku kentut, ternyata telp nya udah di
tutup. Dan pada malam itu aku galau, “gue galau men”. Kemudian aku sms dia
“mungkin kita bisa bertemanan saja, walau kita sudah tidak ada hubungan J “.
Selang 4
hari aku ada kegiatan di Malang, aku pun kemalang selama 2 hari. Aku nginap di
kontrakan teman ku di malang, namanya Symin, yaapz Symin teman sekamarku
ketrima di ITN Malang. Aku pun mendapat kabar dari teman ku, 2 hari lalu dia
lihat mantanku jalan sama cowok malam-malam berduaan di lapangan basket “mesra
banget” timpanya. Aku pun membalas bicaranya “ooww paling ya teman nya ”’waahhh
sialan masak iya dah punya pacar baru aja putus haha’ dalam hati ku berbicara.
Kemudian
langsung saja aku sms mantan ku “vi, bisa ketemuan gak. Kebetulan aku di Malang
nih. Sibuk kah hehe”. Lama dia balas ada 1 jam an mungkin haha alay. Kemudian
hp ku bergetar ada sms, langsung saja aku lihat ternyata oh ternyata yang sms
bukan yang di harapkan ternyata sms dari operator hahaha.
Tak lama
pun sms baru lagi masuk, ternyata dia. Dia membalas “ok, bisa ku tunggu di
depan UNM ya, cepat”. Langsung saja tancap gas menuju ke kampus UNM. Sesampenya
di sana yang ku dapatkan dia masih berada di asrama putri UNM ternyata belum
brangkat. Tau gini aku tadi gak buru-buru sampai sempat mau terbang pas ada
polisi tidur di jalan haha.
Kemudian
aku pun mengajaknya cari sarapan pagi, karena dia masuk kuliahnya jam 9 maka
aku pun mengajaknya ke alun-alun malang. Nah, di situlah saat di alun-alun, aku
tanya dia “eh, bukan aku kepo lo ya, mang bener kamu kemarin jalan sama cowok
di lapangan basket”. Pertanyaan ku gak di jawab langsung dia berkata “eh, wil
anter aku balik ya soalnya aku lupa ada tugas yang belum aku kerjakan ?”.
Kemudian
beberapa minggu pun berselang. Waktu itu aku jalan menuju masjid untuk absen
sholat dhuhur dulu men. Aku jalan menuju masjid bersama teman ku bernama
irjaya. Baru saja sampai depan ruangan admin, terdengan suara memanggil teman
yang di sampingku. Kita pun berhenti, kemudian cewek mendekati entah lah apa
yang mereka bicarakan tapi sepertinya kurang penting. Nah saat tu lah entar apa
timbul prasaan suka pada cewek tersebut yang aku dengar-dengar namanya Fahlevi,
waktu itu dia ceweknya gak cantik banget mempunyai kulit yg coklat,
berkacamata, dan tentunya berjilbab. Aku pun bertanya ke jaya “Jay, tu tadi
asal mana ya ”, Irjaya pun menjawab “ooh tadi asal Bogor wil, kenapa kamu suka
ya sama dia. Dia mah masih single wil hehehe . . .”. aku pun menjawab “mungkin,
tapi gak tau juga belum pernah aku merasakan prasaan yang sperni ini hahaha
lebay”.
Tak lama
ada kegiatan perintis cup, kegiatan olympiade olahraga antar fakultas di kampus
ku. Waktu itu aku tidak ada minat untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Jadi
supporter aj dah lebih seru, kan pertandingan jadi menarik karena adanya
supporter haha . . .
Nah waktu
itu pertandingan basket putra di Gor Joyoboyo, aku menjadi penonton tuk
fakultas ku yang sedang bertanding. Aku duduk di bangku paling depan, sangking
depannya dudukku kurang nyaman “ya iya lah kan aku duduk di pagar depan haha .
. .”. ketika tu kulihat sekelilingku dan mataku berhenti pada pandangan lurusku
pada bangku penonton di sebrang lapangan, terdapat anak Fakultas Kedokteran.
Dan entah mengapa mataku focus pada pandangan lurus pada gadis berkacamata yang
pernah aku temui bernama Fahlevi. “ooo ternyata dia anak Fakultas Kedokteran”
dalam hati ku.
Tak henti
ku menatapnya, dia bagaikan sang bidadari yang datang dari negeri bunga yang
indah. Aku yakin aku sangat mengaguminya, namun apalah mau dikata aku hanya
bisa menatapnya dari jauh. Entah dia merasa atau tidak, dia menoleh ke arah ku
langsung saja pandanganku ku alihkan ke bola yang melambung tinggi.
Selang
beberapa menit aku cari dia lagi karena dia tidak ada di tempatnya lagi.
Ternyata dia berjalan menuju ke arah ku, hatiku mulai gak karuan tapi ternyata
dia membelok ke tangga. “haha, sukurlah gak kesini ”.
Selang
beberpa minggu pembentukan panitia ospek pun telah di bentuk tinggal latihan
dan latihan. Waktu itu aku menjadi KP atau Kakak Pendamping karena aku di kenal
oleh ketua gak mudah marah kalo sama orang lain. Kemudian ternyata wanita yang
aku suka dia menjadi dokumentasi, dan pada saat itu yang mendapat latihan
khusus adalah dari pihak KP karena bakal menjadi ibaratnya peri tuk maba(MAhasiswa
Baru) ya, kakak yang membantu maba, mengajari materi ke maba, pokok kayak ibu
guru banget dah. Dan pada latihan pertamana maba di ambil dari panitia-panitia
yang tidak ada kegiatan seperti perlengkapan, dokumentasi dll. Dan sialnya yang
menjadi simulasi maba ku adalah gadis yang aku sukai. “mati aku ”dalam hati ku
setelah mendengar pembagian tu. Pada saat pengakrapan aku hanya diam saja dan
berbicara seperlunya saja karena diriku sudah down karena di depan jarak gak
50cm adalah gadis yang aku sukai. Tetapi terlihat dia hanya tertunduk kebawah
entah lah kenapa. Karena waktu itu aku masih culun banget masalah cewek. 30
menit pun berlalu, dalan hatiku berkata “legahnya, walau ku hanya dapat terdiam
dan tak dapat menunjukkan yg terbaik di depannya karena aku gugup haha”.
Hari-hari kejalani hanya dapat memandangi dia saja. Hingga suatu ketika dia
menegurku, dengan teguran pertamax gan haha “wildan, ” tegurnya. “eh iya, fah”
sambil kaget dan prasaan amburadul ku menjawabnya.
Pada suatu
acara pelantikan ku, aku sempat memberanikan diri tuk menegegurnya dan
basa-basi meminjam kameranya. Aku mengobrol dengan dia lumayan banyak, hingga
suatu hal yang mengganggu kami ketika sound system gangguan. Aku pun di panggil
suruh membenarkan, “hadeh menggangguku aja” dalam hatiku.
Selesai
dari acara tersebut aku balik, kemudian
buka FB. Ku temui sahabatnya bernama Dila, ku chat dia dan ku tanya dia seputar
sahabatnya. Entah kaget kayak petasan di otak meletus atau entahlah. Dia
membalas chat ku, kalo memberitahu aku bahwa cewek yang aku sukai itu sudah di
jodohkan dengan orang tuanya di Bogor, dan dia dengan mantannya masih saling
mencintai.
Oh, mungkin dia bukan untuk aku.
Jika dia untuk aku Allah pastik kan mempertemukan aku di suatu saat nanti, dan
gak tau kapan. Jika bukan pasti ada yang lebih pantas dari dia. Mungkin aku
hanya bisa mengaguminya saja dari jauh dan hanya aku dan yang di atas lah yang
tau bahwa aku sangat mencintainya. Dari semester pertama hingga semester 4 aku
baru dapat infomasi tentang dia bahwa, dia telah dijodohkan. Sakitnya tu gak
dimana-mana hahhaaha . . kini sekarang aku hanya bisa menjadi temannya saja
tapi tidak apa lah asal aku bisa dekat sama dia aku pun tidak apa-apa “kan
Cinta tidak harus memiliki ”.



0 komentar:
Posting Komentar