Kamis, 05 Februari 2015

Pengagum Gadis Kota Hujan

Bermula pada saat Ospek Universitas pertama, seperti biasanya sifatku yang masih kurang bisa cepat bergaul dengan orang baru aku kenal. aku pun mulai memaksakannya tuk berani sok akrab dengan teman-teman ya minimal teman satu kelompok lah hahaha . . ., hari pertama sampai hari trakhir ospek berjalan biasa-biasa saja. Mungkin kalo di bilang aku ini tipe cowok yang setia tapi juga ngarep kali ya saat setelah beberapa hari di Universitas brawijaya kampus IV Kediri, aku tidak mau lirik sini lirik sana cewek-cewek di kampusku. Kemudian hari yang tak di duga dan sekaligus tak di inginkan pun tiba, tiba-tiba cewek ku yang dulu keterima di UNM menelpon “Aku gak bisa lanjutkan hubungan ini wil, karena aku gak mau LDR gak trima kasih” ‘TUT TUT TUT’ eh hp ku kentut, ternyata telp nya udah di tutup. Dan pada malam itu aku galau, “gue galau men”. Kemudian aku sms dia “mungkin kita bisa bertemanan saja, walau kita sudah tidak ada hubungan J “.


Selang 4 hari aku ada kegiatan di Malang, aku pun kemalang selama 2 hari. Aku nginap di kontrakan teman ku di malang, namanya Symin, yaapz Symin teman sekamarku ketrima di ITN Malang. Aku pun mendapat kabar dari teman ku, 2 hari lalu dia lihat mantanku jalan sama cowok malam-malam berduaan di lapangan basket “mesra banget” timpanya. Aku pun membalas bicaranya “ooww paling ya teman nya ”’waahhh sialan masak iya dah punya pacar baru aja putus haha’ dalam hati ku berbicara.

Kemudian langsung saja aku sms mantan ku “vi, bisa ketemuan gak. Kebetulan aku di Malang nih. Sibuk kah hehe”. Lama dia balas ada 1 jam an mungkin haha alay. Kemudian hp ku bergetar ada sms, langsung saja aku lihat ternyata oh ternyata yang sms bukan yang di harapkan ternyata sms dari operator hahaha.

Tak lama pun sms baru lagi masuk, ternyata dia. Dia membalas “ok, bisa ku tunggu di depan UNM ya, cepat”. Langsung saja tancap gas menuju ke kampus UNM. Sesampenya di sana yang ku dapatkan dia masih berada di asrama putri UNM ternyata belum brangkat. Tau gini aku tadi gak buru-buru sampai sempat mau terbang pas ada polisi tidur di jalan haha.

Kemudian aku pun mengajaknya cari sarapan pagi, karena dia masuk kuliahnya jam 9 maka aku pun mengajaknya ke alun-alun malang. Nah, di situlah saat di alun-alun, aku tanya dia “eh, bukan aku kepo lo ya, mang bener kamu kemarin jalan sama cowok di lapangan basket”. Pertanyaan ku gak di jawab langsung dia berkata “eh, wil anter aku balik ya soalnya aku lupa ada tugas yang belum aku kerjakan ?”.

Kemudian beberapa minggu pun berselang. Waktu itu aku jalan menuju masjid untuk absen sholat dhuhur dulu men. Aku jalan menuju masjid bersama teman ku bernama irjaya. Baru saja sampai depan ruangan admin, terdengan suara memanggil teman yang di sampingku. Kita pun berhenti, kemudian cewek mendekati entah lah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya kurang penting. Nah saat tu lah entar apa timbul prasaan suka pada cewek tersebut yang aku dengar-dengar namanya Fahlevi, waktu itu dia ceweknya gak cantik banget mempunyai kulit yg coklat, berkacamata, dan tentunya berjilbab. Aku pun bertanya ke jaya “Jay, tu tadi asal mana ya ”, Irjaya pun menjawab “ooh tadi asal Bogor wil, kenapa kamu suka ya sama dia. Dia mah masih single wil hehehe . . .”. aku pun menjawab “mungkin, tapi gak tau juga belum pernah aku merasakan prasaan yang sperni ini hahaha lebay”.

Tak lama ada kegiatan perintis cup, kegiatan olympiade olahraga antar fakultas di kampus ku. Waktu itu aku tidak ada minat untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Jadi supporter aj dah lebih seru, kan pertandingan jadi menarik karena adanya supporter haha . . .

Nah waktu itu pertandingan basket putra di Gor Joyoboyo, aku menjadi penonton tuk fakultas ku yang sedang bertanding. Aku duduk di bangku paling depan, sangking depannya dudukku kurang nyaman “ya iya lah kan aku duduk di pagar depan haha . . .”. ketika tu kulihat sekelilingku dan mataku berhenti pada pandangan lurusku pada bangku penonton di sebrang lapangan, terdapat anak Fakultas Kedokteran. Dan entah mengapa mataku focus pada pandangan lurus pada gadis berkacamata yang pernah aku temui bernama Fahlevi. “ooo ternyata dia anak Fakultas Kedokteran” dalam hati ku.

Tak henti ku menatapnya, dia bagaikan sang bidadari yang datang dari negeri bunga yang indah. Aku yakin aku sangat mengaguminya, namun apalah mau dikata aku hanya bisa menatapnya dari jauh. Entah dia merasa atau tidak, dia menoleh ke arah ku langsung saja pandanganku ku alihkan ke bola yang melambung tinggi.

Selang beberapa menit aku cari dia lagi karena dia tidak ada di tempatnya lagi. Ternyata dia berjalan menuju ke arah ku, hatiku mulai gak karuan tapi ternyata dia membelok ke tangga. “haha, sukurlah gak kesini ”.

Selang beberpa minggu pembentukan panitia ospek pun telah di bentuk tinggal latihan dan latihan. Waktu itu aku menjadi KP atau Kakak Pendamping karena aku di kenal oleh ketua gak mudah marah kalo sama orang lain. Kemudian ternyata wanita yang aku suka dia menjadi dokumentasi, dan pada saat itu yang mendapat latihan khusus adalah dari pihak KP karena bakal menjadi ibaratnya peri tuk maba(MAhasiswa Baru) ya, kakak yang membantu maba, mengajari materi ke maba, pokok kayak ibu guru banget dah. Dan pada latihan pertamana maba di ambil dari panitia-panitia yang tidak ada kegiatan seperti perlengkapan, dokumentasi dll. Dan sialnya yang menjadi simulasi maba ku adalah gadis yang aku sukai. “mati aku ”dalam hati ku setelah mendengar pembagian tu. Pada saat pengakrapan aku hanya diam saja dan berbicara seperlunya saja karena diriku sudah down karena di depan jarak gak 50cm adalah gadis yang aku sukai. Tetapi terlihat dia hanya tertunduk kebawah entah lah kenapa. Karena waktu itu aku masih culun banget masalah cewek. 30 menit pun berlalu, dalan hatiku berkata “legahnya, walau ku hanya dapat terdiam dan tak dapat menunjukkan yg terbaik di depannya karena aku gugup haha”. Hari-hari kejalani hanya dapat memandangi dia saja. Hingga suatu ketika dia menegurku, dengan teguran pertamax gan haha “wildan, ” tegurnya. “eh iya, fah” sambil kaget dan prasaan amburadul ku menjawabnya.

Pada suatu acara pelantikan ku, aku sempat memberanikan diri tuk menegegurnya dan basa-basi meminjam kameranya. Aku mengobrol dengan dia lumayan banyak, hingga suatu hal yang mengganggu kami ketika sound system gangguan. Aku pun di panggil suruh membenarkan, “hadeh menggangguku aja” dalam hatiku.

Selesai dari acara tersebut aku  balik, kemudian buka FB. Ku temui sahabatnya bernama Dila, ku chat dia dan ku tanya dia seputar sahabatnya. Entah kaget kayak petasan di otak meletus atau entahlah. Dia membalas chat ku, kalo memberitahu aku bahwa cewek yang aku sukai itu sudah di jodohkan dengan orang tuanya di Bogor, dan dia dengan mantannya masih saling mencintai.


Oh, mungkin dia bukan untuk aku. Jika dia untuk aku Allah pastik kan mempertemukan aku di suatu saat nanti, dan gak tau kapan. Jika bukan pasti ada yang lebih pantas dari dia. Mungkin aku hanya bisa mengaguminya saja dari jauh dan hanya aku dan yang di atas lah yang tau bahwa aku sangat mencintainya. Dari semester pertama hingga semester 4 aku baru dapat infomasi tentang dia bahwa, dia telah dijodohkan. Sakitnya tu gak dimana-mana hahhaaha . . kini sekarang aku hanya bisa menjadi temannya saja tapi tidak apa lah asal aku bisa dekat sama dia aku pun tidak apa-apa “kan Cinta tidak harus memiliki ”.

0 komentar:

Posting Komentar